Fashion

Gaya Rebellious Anak Muda Jepang di Koleksi Busana Muslim Rani Hatta

19.29.00 http://fbbofmind.blogspot.com/ 0 Comments



Jakarta - Desainer busana muslim Rani Hatta turut memamerkan koleksi teranyarnya di perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Tampil di hari pertama, Sabtu (22/10/2016), koleksi Rani kali ini lebih 'nakal' dari biasanya.


Untuk kedua kalinya Rani ambil bagian di salah satu agenda terpenting di kalender mode Indonesia itu. Tapi kali ini, Rani ikut sebagai anggota Indonesia Fashion Forward (IFF), program inkubasi yang digagas oleh JFW dan British Council untuk meningkatkan kapasitas desainer lokal. 



Di JFW 2017, desainer lulusan sekolah mode LPTB Susan Budihardjo ini menyuguhkan koleksi bertajuk 'Youth'. Inspirasinya datang dari gaya murid SMA di Jepang yang unik dan 'nakal'.

"Waktu ke Jepang, aku sempat melihat segerombolan siswi SMA Jepang. Meski berseragam, gaya mereka keren tapi rebellious. Jadi konsepnya rebellious school girl," ungkap desainer yang dikenal dengan garis desainnya yang minimalis itu. 


Inspirasinya itu lalu ia terjemahkan ke dalam pilihan busana muslim yang sesuai dengan DNA label Rani Hatta, yakni luxurious sporty modest wear. Jadilah koleksi yang terdiri dari 16 set busana berukuran besar dengan permainan detail pleats, kancing, layer dalam palet monokromatik. 


Busana yang muncul di antaranya oversized sweater dengan kerah tinggi (turtleneck), rok lipit, vest tanpa lengan, bomber jacket yang hadir dalam potongan tailor, jogger pants, dan dan hoodie. Sementara material yang digunakan antara lain neoprene, bonded fabric, polyester, scuba, dan kulit sintetis.












Menjadi bagian dari IFF, Rani belajar banyak tentang fashion dan seluk beluk bisnisnya sehingga bermanfaat untuk mengembangkan label yang didirikannya sejak 2013 itu. 

"Kami diajari cara branding yang efektif untuk masuk pasar internasional. Kami juga dikenalkan kepada buyers dari luar (negeri) dan yang terpenting manufaktur lokal jadi tidak perlu mengimpor bahan lagi," kata desainer IFF generasi kelima itu. 

Berbeda dari tahun sebelumnya, IFF hanya mengikutsertakan lima desainer lokal. Mereka antara lain Michelle Tjokrosaputro dari Bateeq, Anandia Maria Putri Harahap dari I.K.Y.K, Amanda Lestari dari LEKAT, Norma Moi dari Norma Hauri, dan Monique Soeriaatmadja dari SOE. 

"Ini supaya kami bisa fokus mengembangkan desainer-desainer terpilih," ungkap Ai Syarief, Creative Advisor JFW. Perbedaan lainnya, lanjut Ai, IFF tahun ini juga menyertakan kelas kepribadian dalam programnya untuk menyiapkan pribadi desainer yang sukses namun tetap rendah hati. 

By wolipop.com

0 komentar: